32 C
Jakarta
Selasa, 21 September 2021
BerandaNewsNasionalKBPP Polri beri apresiasi penegak hukum bagi pihak Polri

KBPP Polri beri apresiasi penegak hukum bagi pihak Polri

- Advertisement -

Jakarta,IndoChannel.id – Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) beri apresiasi tindakan tegas kepada Polri ketika terjadi bentrok dengan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Bimo Suryono sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) menyatakan bahwa ada enam orang yang diduga anggota Front Pembela Islam (FPI), yang tewas ditembak oleh polisi. Kejadian tersebut terjadi di jalan Ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (7/12/2020) pada dini hari.

- Advertisement -

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil menyatakan bahwa penembakan yang dilakukan polisi yang bertugas menyelidiki kasus Muhammad Rizieq Shihab (MRS) terancam keselamatan jiwa mereka.

“Saya sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri Polri akan memberikan apresiasi atas tindakan tegas anggota Polri tersebut.” Katanya

Bimo Menambahkan tindakan tegas anggota Polri yang sedang bertugas, berhak dan wajib membela diri. Jika dari pihak lain yang menghalang-halangi bahkan menyerang petugas. Polri adalah aparat penegak hukum negara yang bertugas utamanya adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekitarnya.

Tugas dari setiap Polri, dilindungi oleh undang-undang. Dengan demikian, tindakan tegas anggota Polri dijamin oleh undang-undang yang konteksnya membela diri.

Bimo menghimbau dari sejumlah keterangan yang berbagai pihak lain, sebelum menyampaikan apresiasi terhadap Polri. Sebagai pimpinan tertinggi organisasi Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) yang berdiri sejak 1 Maret 2003 Bimo menyadari betapa berat dan tingginya risiko yang harus dihadapi oleh anggota Polri yang bertugas.

“Kami dari seluruh anggota Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) adalah anak-anak Polisi, kami menyadari bahwa tugas orangtua kami sangatlah berat dan nyawa taruhannya. Kami sangat memahami tindakan tegas oleh anggota Polri tersebut, karena tindakan itu harus mereka lakukan demi membela diri dan menegakkan hukum.” Kata Bimo

Bahwa hingga saat ini terjadi masih perdebatan di masyarakat mengenai kejadian tersebut, Bimo memahaminya. Menurutnya, Polri adalah Institusi yang profesional dan modern terpercaya, maka sudah saat menjadi tugas Polri untuk menjelaskan duduk perkara kejadian tersebut secara jernih dan transparan, agar masyarakat dapat memahaminya.

Dalam konteks ini, Bimo menambahkan juga meminta agar tokoh-tokoh masyarakat tidak mengumbar opini yang justru memperkeruh suasana. Polri senantiasa profesional dalam menangani tiap kasus, karena di setiap anggota Polri untuk mengabdi demi kepentingan bangsa dan negara.

Ketua Umum KBPP Polri menyinggung tentang opini yang berkembang bahwa mereka yang ditembak oleh Polisi tersebut adalah anggota pasukan pengamanan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang disebut laskar khusus.

“Pasukan pengamanan atau anggota pengawal ataupun istilahnya, bukankah harus mendapat izin dari pihak kepolisian.” Kata Bimo

Bimo mempertanyakan apakah sudah ada izin dari pihak kepolisian atas tugas pengikut atau pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) itu, apabila jika ada buktinya bahwa mereka bersenjata api maupun bersenjata tajam.

Dia juga menegaskan tentang latar belakang kasus penembakan yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek tersebut, bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri.

“Ada sejumlah peristiwa sebelumnya yang menyertainya. Maka dari pihak-pihak yang menilai tindakan anggota Polri tersebut, hendaknya menyikapi kasus MRS ini secara utuh, bukan sepotong-sepotong.” tutur Bimo

Bimo meminta agar tokoh-tokoh masyarakat menahan diri untuk mengumbar opini kepada publik, agar tidak menambah beban masyarakat luas yang kini masih menghadapi pandemi Covid 19 ini. Terutama agar tidak menjadi ajang fitnah yang berpotensi memecah belah persatuan anak-anak bangsa. Tutupnya

Latest news

Related news

- Advertisement -