28.1 C
Jakarta
Selasa, 21 September 2021
BerandaNewsMetroFPI dan Mahasiswa Jakarta Minta Habib Rizieq dan Publik Jaga Kamtibmas

FPI dan Mahasiswa Jakarta Minta Habib Rizieq dan Publik Jaga Kamtibmas

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Koordinator Forum Pembela Islam (FPI), dan Aliansi Aktivis Mahasiswa Jakarta menilai bahwa masih banyak kasus Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Shihab yang belum tuntas dan mengendap di meja tim penyidik Kepolisian. Salah satunya adalah dugaan kasus asusila bersama dengan Firza Husein tahun 2017 lalu.

“Mendesak kepolisian RI untuk segera menuntaskan kasus Habis Riziq Shihab (HRS) dengan tuntas. Berbagai laporan sudah dilakukan ormas, namun sampai saat ini HRS masih berlum diberikan sanksi yang tegas atas pelanggaran hukum yang dilakukannya,” kata Koordinator FPI, Ibrahim saat menyampaikan keterangan persnya, Minggu, (29/11)

- Advertisement -

Menurut Ibrahim, Kepolisian harus benar-benar bisa menegakkan keadilan di Indonesia. Apalagi Habib Rizieq juga merupakan warga negara Indonesia bisa yang juga memiliki hak dan kewajiban hukum di dalamnya.

Sementara dengan kasus Habib Rizieq dan Firza Husein tersebut, umat Islam bisa malu karena ada sosok pimpinan ormas Islam yang seperti itu.

“Karena bagi kami, Rizieq Shihab telah memalukan masyarakat Islam dan Islam itu sendiri,” ujarnya.

Hal sedana juga disampaikan ketua koordinator Aliansi Aktivis Mahasiswa Jakarta, Fikri Khairulloh yang juga menegaskan bahwa pihaknya mendukung Kepolisian untuk menjaga ketertiban dan keamanan nasional dari berbagai gangguan dari unsur manapun. Dan jika ada pihak yang melanggarnya, ia meminta Polri bersikap tegas.

“Forum Pembela Islam mendukung pihak Kepolisian dalam menindak siapapun yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” tandasnya.

Apalagi di situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini, Fikri Khairulloh juga menyerukan kepada masyarakat luas untuk ikut menjaga kondusifitas di lingkungan masing-masing.

“Menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga Kamtibmas di tengah-tengah pandemi,” pungkasnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -