28.1 C
Jakarta
Selasa, 21 September 2021
BerandaNewsNasionalSambut Hari Pahlawan, Lieus Sungkharisma : Minta Kobarkan Semangat Persatuan dan Kesatuan...

Sambut Hari Pahlawan, Lieus Sungkharisma : Minta Kobarkan Semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Peringatan Hari Pahlawan pada 10 Nopember mendatang hendaklah menjadi momentum instrospeksi para pemimpin negeri dalam menakhodai jalannya kehidupan bangsa dan negara di masa datang.

“Ini momentum terbaik bagi para pemimpin Indonesia hari ini guna mengeluarkan bangsa dan negara dari berbagai persoalan yang selama ini membelit kita,” kata aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma kepada sejumlah wartawan.

- Advertisement -

Momentum itu, tambah Lieus, menjadi lebih berarti karena bertepatan dengan peringatan hari pahlawan tahun ini, Habib Muhammad Rizieq Shihab yang sudah tiga setengah tahun lamanya berada di pengungsian, akan kembali ke tanah airnya.

“Pada 10 Nopember nanti Habib Rizieq akan pulang ke tanah air dari pengungsiannya. Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) akan sangat bermakna bagi persatuan dan kesatuan bangsa jika semua pejabat negara menyambutnya dengan tangan terbuka,” tambahnya.

“Dengan semangat hari pahlawan, saya meminta para pemimpin bangsa untuk berjiwa besar menyambut kepulangan Habib Rizieq, saya pikir itulah semangat hari pahlawan yang bisa kita implementasikan di hari pahlawan tahun ini. Yakni semangat kejuangan demi tujuan yang lebih besar, yakni persatuan, kedaulatan dan kemakmuran NKRI,” tuturnya.

Dalam konteks jiwa besar ini, tambah Lieus, rakyat dan pemimpin AS yang baru saja usai melaksanakan pemilu, harusnya mencontoh Indonesia. “Lihatlah bagaimana pertarungan sengit yang terjadi dalam Pilpres kita, berakhir dengan damai karena jiwa besar pak Prabowo Subianto. Ia rela mengalah karena memilih kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan bangsa dan negaranya daripada kepentingan pribadi dan kelompok,” kata Lieus.

“Donald Trump harusnya belajar dari pak Prabowo Subianto yang telah menunjukkan bahwa persatuan bangsa jauh lebih penting dari kursi kekuasaan yang diperebutkan itu sendiri,” tutupnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -