27 C
Jakarta
Sabtu, 19 Juni 2021
BerandaPendidikan dan BudayaKisah Seorang Sekuriti Dalam Mendidik Anak

Kisah Seorang Sekuriti Dalam Mendidik Anak

- Advertisement -

Bandung, IndoChannel.id – “Manjadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkan hasilnya,” begitu pepatah Arab yang begitu populer. Dari pepatah tersebut, Nono Supriyono seorang sekuriti di salah satu sekolah di Bandung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nono yang juga aktif di salah satu LSM Keluarga Besar Putra Putri (KBPP Polri) mampu mencetak anak-anaknya menjadi seorang sarjana, bahkan salah satu anaknya berhasil menjadi seorang perwira polisi yang kini bertugas di salah satu Polres Merauke, Papua.

- Advertisement -

Sebelum menjadi petugas keamanan di salah satu sekolah islam di Bandung, berbagai profesi pernah digelutinya, mulai dari pelaku bisnis ekspor-impor perusahaan asal Korea Selatan, Nono juga sempat mengelola karaoke, pelatih bulutangkis sampai menjadi wartawan di Diurna.id dan sekarang di Indochannel.id

Namun, saat berkarier di bisnis ekspor-impor dan mengelola tempat karaoke, Nono merasa tidak tenang dari hasil jerih payahnya diberikan kepada keluarganya.

Menurutnya, dengan nafkah yang halalan toyibah maka akan menghasilka keberkahan termasuk menjadikan anak yang soleh. Dari situlah Nono melepaskan bisnis yang dianggap kurang berkah.

Seiring berjalannya waktu, Nono berhasil mendidik anak pertamanya, Carroland Rhamdhani hingga perguruan tinggi swasta di Bandung dengan hasil yang memuaskan.

“Alhamdulillah, berkat doa dan ketekunan anak pertama kami dapat masuk ke Akpol tanpa uang sepeser pun,” ujarnya.

Padahal, dari 325 orang yang diterima dari ribuan pelamar Se Indonesia, Rolan mampu menempati peringkat ketiga.

“Susno Duadji ketika menjabat Kapolda Jawa¬† Barat mengundang saya bersama Istri duduk disampingnya untuk menunjukan kepada masyarakat, masuk akademi polisi bersih dari pungutan,” lanjutnya.

Sementara itu, anak kedua Nono yakni Landa Yolanda lulus tahun 2014 di Fakultas Pendidikan di Universitas Pasundan Bandung.

“Filosofi Nono, anaknya adalah titipan dari Allah Swt di mana kala yang dititipi akan diminta pertanggungjawaban ibarat barang titipan, asalnya barang yang mulus maka akan ketika dikembalikan kepada pemiliknya harus kembali bagus dan mulus,” tutupnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -