Polewali Mandar, Indochannel.id – Di tengah hamparan rabat beton yang mulai mengering di ujung jalan poros Bulo–Lenggo, suasana siang itu terasa luar biasa. Selain deru cangkul dan bunyi gerobak dorong, suara tepuk tangan dan sorakan semangat pun bergema di bawah naungan pepohonan yang rimbun.
Pada hari Selasa (17/2/2026), Komandan Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, S.Pd., meluangkan waktu untuk duduk bersama anggota satgas dan masyarakat Desa Lenggo yang tengah bergotong royong membangun rabat beton.
Di atas terpal sederhana yang dipasang di pinggir jalan yang sedang dibangun, Dansatgas memberikan pengarahan sekaligus semangat kepada para prajurit dan warga.
“Masyarakat Lenggo selama ini sering mengalami isolasi. Pekerjaan yang kita lakukan hari ini adalah pekerjaan yang mulia. Dengan tenaga bersama dan kebersamaan kita, insya Allah akan memberikan manfaat bagi sekitar 2.000 jiwa masyarakat di desa tersebut,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa warga Lenggo adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa dan berhak mendapatkan akses jalan yang layak.
“Mereka adalah saudara kita. Mereka juga merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama dengan kita semua,” tambahnya.
Kalimat tersebut disambut dengan tepuk tangan yang panjang. Terik matahari yang tadinya menyengat seolah lenyap. Wajah-wajah yang basah karena keringat beralih menjadi senyum yang penuh semangat.
Di antara barisan seragam loreng yang duduk melingkar, Ahmad, Kepala Dusun Lenggo, tampak menunduk sejenak. Matanya berkaca-kaca, sementara tangannya masih menampakkan bekas debu semen setelah mendorong gerobak yang diisi material bangunan.
Ia tidak mampu menyembunyikan rasa haru yang melintas.
“Selama ini kami sering merasa terasing. Namun hari ini, kami merasa tidak sendirian lagi,” katanya dengan suara pelan.
Pemandangan tersebut menjadi bukti nyata tentang kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Tidak ada batasan antara prajurit dan warga – mereka duduk sebagai sekawan yang sama, dengan harapan yang sejalan: membuka akses bagi desa yang terisolasi dan menghadirkan masa depan yang lebih baik.
Di ujung rabat beton yang mulai mengeras, bukan hanya sebuah jalan yang sedang terbentuk. Kepercayaan, persaudaraan, dan harapan juga semakin kokoh bersama.
Dan pada siang itu, di tengah kawasan hutan Bulo, semangat gotong royong terasa lebih kuat dibandingkan beton yang mereka hamparkan bersama-sama.

