27.7 C
Jakarta
Minggu, 8 Maret 2026
BerandaMultimediaCloudflare Ungkap Penyebab Gangguan Internet Global Terparah Sejak 2019: Bukan Serangan Siber,...

Cloudflare Ungkap Penyebab Gangguan Internet Global Terparah Sejak 2019: Bukan Serangan Siber, Tapi Bug Bot

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Raksasa infrastruktur internet Cloudflare, yang menangani sekitar 20% trafik web dunia, akhirnya mengungkap penyebab gangguan masif yang melumpuhkan ribuan situs populer pada Selasa malam, 18 November 2025. CEO Matthew Prince menyebutnya sebagai “insiden terburuk” perusahaan sejak 2019.

Gangguan yang berlangsung hampir enam jam ini membuat layanan ternama seperti X (dulu Twitter), ChatGPT, Sora (OpenAI), Spotify, Discord, Canva, Apple Podcasts, hingga situs BMKG dan Downdetector lumpuh total atau mengalami error.

- Advertisement -

Menurut Cloudflare, penyebabnya bukan serangan siber, melainkan bug pada sistem Bot Management. Perubahan rutin pada database ClickHouse memicu duplikasi data masif pada file deteksi bot. File yang seharusnya mengenali aktivitas bot ini justru membengkak dua kali lipat, kemudian disebarkan ke seluruh server global Cloudflare. Akibatnya, sistem inti kehabisan memori dan mengalami crash berulang, menciptakan pola naik-turun yang awalnya dicurigai sebagai serangan DDoS terbesar dalam sejarah.

Prince menegaskan: “Insiden ini tidak disebabkan, langsung maupun tidak langsung, oleh serangan siber atau aktivitas berbahaya.”

Dampak dan Kerugian Fantastis

Lebih dari 4.000 klien enterprise Cloudflare terdampak langsung. Beberapa analis memperkirakan kerugian global mencapai US$5–15 miliar per jam, sehingga total potensi kerugian selama gangguan hampir enam jam bisa mencapai US$60 miliar. Saham Cloudflare (NET) langsung turun lebih dari 2% di sesi after-hours.

Empat Langkah Perbaikan Cepat

Untuk mencegah kejadian serupa, Cloudflare mengumumkan empat tindakan korektif:

Memperketat validasi otomatis semua file konfigurasi internal sebelum deploy.

Menambah lebih banyak “global kill switch” untuk mematikan fitur bermasalah dalam hitungan detik.

Menghilangkan risiko core dump yang membebani CPU dan memori saat crash.

Audit ulang seluruh skenario kegagalan pada modul proxy inti.

Juru bicara Cloudflare menambahkan: “Mengingat pentingnya layanan Cloudflare, setiap gangguan tidak dapat diterima. Kami meminta maaf kepada pelanggan dan seluruh internet karena mengecewakan Anda hari ini.”

Insiden ini menjadi pengingat keras betapa rapuhnya infrastruktur internet modern: satu titik kegagalan pada penyedia tier-1 seperti Cloudflare dapat melumpuhkan sebagian besar dunia digital dalam hitungan menit.

Tag: Cloudflare down, gangguan internet global 18 November 2025, ChatGPT error, X down, pemadaman Cloudflare, Bot Management bug

Latest news

Related news

- Advertisement -