32.7 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus 2022
BerandaHeadlineKopassus Bentrok dengan Brimob di Papua Gara-Gara Rokok, Ada Apa?

Kopassus Bentrok dengan Brimob di Papua Gara-Gara Rokok, Ada Apa?

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Terjadi bentrok antara Kopassus dari Satgas Nanggala dengan Brimob dari Satgas Amole di Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (27/11/2021).

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Ia menjelaskan awalnya enam personel Brimob sedang berjualan rokok di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72, Sabtu (27/11/2021). Kemudian, 20 anggota Kopassus datang untuk membeli rokok.

- Advertisement -

“Berawal dari personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di pos RCTU Ridge Camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok (6 personel)” ujar Fakhiri saat dimintai konfirmasi, Senin (29/11/2021).

Anggota Kopassus yang membeli rokok itu komplain mengenai harganya. Lanjut Fakhiri, bentrok pun terjadi antara Brimob dengan Kopassus.

“Selanjutnya personel Nanggala sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang di jual personel Amole Kompi 3 Penugasan,” tuturnya.

“Terjadi pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap 6 personel Amole Kompi 3 Penugasan,” tambahnya.

Atas kejadian ini, lima anggota Brimob terluka. Mereka mengalami luka ringan hingga tergores pisau sangkur.

Fakhiri juga membeberkan anggota Brimob yang lain melakukan perlawanan. Mereka juga mengevakuasi lima rekannya yang terluka.

“Selanjutnya personel yang berada di lokasi pos RCTU melakukan perlawanan dan menyisir lokasi kejadian guna menyelamatkan rekan-rekan yang terluka,” terang Fakhiri.

Lebih lanjut, kata Fakhiri, personel Satgas Amole Kompi 3 Penugasan yang datang itu juga melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali. Tembakan peringatan dilepaskan saat pengeroyokan berlangsung.

“Dari info yang didapat, Personel Satgas Amole Kompi 3 Penugasan melakukan tembakan ke arah atas sebanyak 2 kali pada saat terjadi pengeroyokan terhadap 6 personel Satgas Amole yang menjadi korban,” katanya.

Latest news

Related news

- Advertisement -