26.8 C
Jakarta
Jumat, 3 Desember 2021
BerandaNewsNasionalSederet Karier Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

Sederet Karier Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa diusulkan oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi calon panglima TNI menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun pada 8 November 2021.

Kabar pengusulan calon Panglima TNI pada Jenderal Andika Perkasa disampaikan Ketua DPR Puan Maharani. Ia mengatakan, lembaganya menerima Surat Presiden (Surpres) mengenai pengajuan calon Panglima TNI dari Presiden Jokowi.

- Advertisement -

“Presiden mengusulkan nama satu calon Panglima TNI. Atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Puan menyebut Jokowi hanya mengusulkan satu nama. Setelah menerima Surpres, sambungnya, DPR akan segera mempersiapkan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Lalu Siapa itu KSAD Jenderal Andika Perkasa?

Andika Perkasa lahir pada 21 Desember 1964. Ia memiliki gelar pendidikan sebagai Jenderal Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D. calon panglima TNI ini juga mengenyam studi di Amerika Serikat dan Indonesia di awal masa berkarier. Berikut adalah sederet pendidikan dan karier Sang Jenderal :

  1. Akademi Militer (1987)
  2. Sekolah Dasar Kecabangan (Sesarcab) Infanteri
  3. Pendidikan Komando
  4. Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (1999)
  5. Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI
  6. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI
  7. The Military College of Vermont, Norwich University, Norwich, AS
  8. National War College, National Defense University, Washington D.C., AS (2003)
  9. The Trachtenberg School of Public Policy and Public Administration, University of George Washington, Washington D.C., AS (2005)

Terkait operasi militer, Andika pernah memimpin penangkapan seorang yang dituduh sebagai pimpinan Al Qaeda, Omar Al-Faruq, di Bogor, pada 2002. Ia juga disebut pernah melaksanakan operasi dan operasi teritorial di Timor Timur pada 1990 dan 1992, dan operasi bakti TNI di Aceh pada 1994. Andika juga disebut-sebut pernah melakukan misi operasi khusus di Papua.

Sebelumnya pada 2018, Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang saat itu memasuki masa pensiun. Pengangkatan Andika bersamaan dengan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal TNI yang didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 98/TNI/TAHUN 2018.

Sebagai informasi, calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebelum menjadi KSAD menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Dankodiklat TNI AD, Pangdam XII/Tanjungpura, Danpaspampres, dan Kadispen TNI AD.

“Kita melihat rekam jejak. Saya kira Pak Andika ini pernah di Kopassus, Kodiklat, Pangdam, Kostrad, kemudian sebelumnya pernah di Penerangan juga. Saya kira tour of duty-nya komplet. Pernah juga menjadi Komandan Paspampres. Saya kira komplet semua,” ujar Presiden Jokowi, Kamis (22/11/2018).

Latest news

Related news

- Advertisement -