26 C
Jakarta
Sabtu, 4 Desember 2021
BerandaNewsNasionalJubir Kemenkomarves Bantah Tudingan Luhut Terlibat dalam Bisnis Tes PCR

Jubir Kemenkomarves Bantah Tudingan Luhut Terlibat dalam Bisnis Tes PCR

- Advertisement -

Jakarta, IndoChannel.id — PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) diduga menjadi perusahaan untuk bisnis tes PCR. Tak tanggung-tanggung, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dituding terlibat dalam lingkaran bisnis tes PCR tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, Juru Bicara Kemenkomarves Jodi Mahardi membantah dan menyayangkan atas pernyataan yang dilayangkan kepada Menko Luhut.

- Advertisement -

“Sama sekali tidak benar. Sangat disayangkan upaya framing seperti ini. Ini berpotensi menyebabkan para pihak yang ingin membantu jika terjadi krisis berfikir dua kali, ya begitulah kalau oknum jika hati dan pikirannya ingin menjatuhkan orang lain. Orang ingin berbuat baik pun dihajar dengan segala cara,” kata Jodi, Selasa (1/11/2021).

Jodi menjelaskan ada sejumlah pengusaha yang berniat membantu penanganan pandemi pada awal 2020. Para pengusaha tersebut mengajak Menko Luhut mendirikan PT GSI yang berfokus melayani tes Covid-19.

“Pertama, perlu saya perjelas bahwa Toba Bumi Energi adalah anak perusahaan Toba Bara Sejahtra, dan saham Pak Luhut yang dimiliki melalui Toba Sejahtra di Toba Bara Sejahtra sudah sangat kecil yaitu dibawah 10%, jadi Pak Luhut tidak memiliki kontrol mayoritas di TBS, sehingga kita tidak bisa berkomentar terkait Toba Bumi Energi,” katanya.

Jodi juga menuturkan jika Luhut diajak oleh teman-teman dari Grup Indika, Adaro, northstar, yang memiliki inisiatif untuk membantu menyediakan test covid dengan kapasitas test yang besar.

“Karena hal ini, dulu menjadi kendala pada masa-masa awal pandemi ini adalah salah satu kendala. Jadi total kalau tidak salah ada 9 pemegang saham disitu. Yayasan dari Indika dan Adaro adalah pemegang saham mayoritas di GSI ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jodi menuturkan tidak ada pembagian keuntungan dalam bentuk dividen atau bentuk lain kepada pemegang saham.

“Saya lihat keuntungan mereka malah banyak digunakan untuk memberikan test swab gratis kepada masyarakat yang kurang mampu dan petugas kesehatan di garda terdepan, klo tidak salah lebih dari 60ribu test yang sudah dilakukan untuk kepentingan tersebut, termasuk juga membantu di wisma atlet,” paparnya.

Tak hanya itu, Jodi menuturkan bahkan Menko luhut juga ikut membantu Nusantics, salah satu start up dibidang bioscience, untuk membuat reagen PCR buatan anak bangsa yang saat ini diproduksi oleh Biofarma.

“Jadi tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtra di GSI, apalagi Pak Luhut sendiri selama ini juga selalu menyuarakan agar harga test PCR ini bisa terus diturunkan sehingga menjadi semakin terjangkau buat masyarakat,” pungkasnya.

Latest news

Related news

- Advertisement -